Sunday, 30 September 2012
Companions of Rasulullah
Assalamualaikum.
Alhamdulillah. Tadi ada dengar satu talk ni di Bond University. Awal-awalnya, kawan kata talk ni pasal Hadis 40. So, memang bersemangat nak dengar tambah-tambah pula speaker nya bukan Malay. So, I was very excited. Tapi bila sampai sana tiba-tiba talk tu bertukar jadi macam seerah. Tapi still interesting.
So, nak share sikit dgn readers apa yang best yang saya dapat.
1) Abu Bakar dikatakan courageous dan brave bila dia stand alone on his decision untuk memerangi golongan murtad bila Umar dan Uthman pon tak sokong decison yang beliau buat. Speaker tu kata keadaan time tu sangat genting sebenarnya. Kalau x ditangani golongan murtad ni, memang habislah umat Islam dan sia-sialah usaha Rasullah. MasyaAllah, saya tak pernah sangka sampai begitu sekali gentingnya situasi tu.
2) Rupa-rupanya Umar dan Uthman memang dah tahu yang diorang akan syahid. Speaker tu share sebuah hadis. Time tu tengah perang Uhud, Rasulullah, Abu Bakar, Uthman dan Umar ada kat atas bukit Uhud. Tiba-tiba, bukit tu bergoncang. Then Rasulullah kata yang lebih kurang maksudnya "Berhenti bergoncang. Sesungguhnya yang berdiri di atas engkau ni adalah seorang Nabi, As- Siddiq (membenarkan) dan 2 orang syuhada." Just Wow! Bila saya dengar hadis ni, rasa kagum sangat pada sahabat Rasulullah sebab memang diorang the Great Companian. Bertambah rasa kecintaan pada diorang. May all of us strive to be like them. InsyaAllah.
3) Hasan bin Ali jadi khalifah selepas Ali R.A tapi selama 6 bulan sahaja sebab lepas tu dia serahkan jawatan tu pada Muawiyah.
4) Muawiyah is one of the Good Companion We cannot deny that fact. However, he did make mistake when he gave the tittle of khulafa to his son, Yazid b Muawiyah because there is no monarchy in Islam. Having said that,we should see how Muawiyah justified himself. While we need to be more understanding, we should make it clear that there is no monarchy in Islam.
That is all for this post. InsyaAllah will try to share more next week.
P/s: I was offered to take a course to study Hadith 50 (Hadith 40 Iman Nawawi + 10 other Hadiths). It will cost me AUD250 instead of AUD1000 because I am a student. The course also a self-paced course up o a year. Should I take the course? I'm very interested though.. hmm..
Sunday, 16 September 2012
Plan Kita or Plan Allah?
Manusia dibesarkan dengan kemahuan. Tak pernah kita merasa cukup. Dengan kemahuan itu juga manusia sangat banyak merancang hidupnya. Merancang masa depannya. Tapi jangan kita lupa, sehebat mana kita merancang, sebaik mana pun, se "details" mana pun, kehendak Allah juga lah yang akan terjadi. Sebagai seorang hamba Allah, penting untuk kita yakin dengan segala yang Allah tentukan untuk kita. Kalau kita pandang setiap yang terjadi dalam hidup dari kacamata seorang muslim, mesti kita dapat rasakan setiap perkara yang berlaku itu ada hikmahnya. Kita sendiri pun tak tahu baik buruk sesuatu perkara. Mungkin sekarang kita rasa kan sesetengah perkara buruk/tak sesuai bagi kita, tapi boleh jadi "somewhere in near future" kita dapat rasakan perkara yang telah berlaku itu lah yang terbaik. Hmm, pening tak ayat saya? Senang cerita, jom kita tengok contoh paling dekat iaitu diri sendiri. Pernah tak sekarang kita terfikir sesuatu perkara yang macam tak berapa nak best yang telah berlaku dulu sebenarnya membantu kita menjadi lebih best pada hari ini? Hah, semua orang mesti ada moment itu kan? :o
Okay, so pakai lah kacamata seorang muslim, insyaAllah hidup akan kita rasa cantik je selalu. Wallahualam.
Solat itu "Tiang Agama"
credit@diampuasamasjidtumblr
Penting solat. Wajib kan? Nabi pun dah bersabda solat lah yang membezakan kita dengan syirik dan kufur. Orang kita pun popular kan dengan kata-kata solat itu tiang agama. Rumah kalau runtuh tiangnya runtuh lah semuanya. Dalm kesibukan kita menyampaikan Islam kepada orang lain, sangat lah penting rasanya kita untuk menjaga solat. Malu lah andai kita sibuk mengatakan tentang pentingnya kembali kepada Islam sebenar sedangkan kita "tiang" pun masih goyah lagi.
Pesanan yang sangat-sangat penting untuk diri sendiri dan sahabat-sahabat yang lain. Alhamdulillah, kalau sudah cukup solat wajib kita, terus cukup kan pula yang sunat. Kalau sudah cukup yang sunat, cantik kan pula dengan qiam. InsyaAllah akan terasa Allah itu semakin dekat dengan kita. Wallahualam.
"Wahai orang-orang yang beriman. mohonlah pertolongan dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (2:153)
Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 2:153)
Looking for God
This is a piece I wrote while in the airplane.
credit@kaleidoscopicmindtumblr
Looking for God
By: Yasmin Mogahed
I’ve been looking for God my whole life. I just didn’t know it.
When we study those things that we all seek—in life, in a companion, in everything—we’ll find that both the believer and the atheist are actually just seeking God. See, God is the designer. Whether you’re an atheist or a believer, God is the designer of your needs, your affinities, your inclinations. And He has designed these inner drives to fit the natural order: tawheed (to seek, recognize and submit to one single higher power).
Think for a moment about what you and I seek. What do you look for in a companion, for example? What are we running after and willing to give anything just to hear?
“I’m taking care of you.”
“It’s going to be okay.”
“I love you. Always. That will never diminish or change.”
“You can hold on to me.”
“I will never let you down.”
“I will never hurt you.”
“I will never leave you.”
“I will always be there for you.”
“I appreciate you.”
“I see you.”
“I understand you.”
“I know who you are.”
“I’m close to you.”
“I will forgive you.”
“You don’t have to be perfect.”
“I will never abandon you.”
“I will never betray you.”
“I got your back.”
“I’ll take care of it.”
“I’m listening. I’m really listening.”
“I’ll never let them hurt you.”
“I’ll always protect you.”
“I’ll never leave you.”
“You are never alone.”
“I will never leave you alone.”
“When everything around you is falling apart, I’ll hold you up.”
“I truly only want what’s best for you.”
“Even when you’re messing up, I will still forgive you.”
“Even when you’re unable to give, I will always give you.”
“Even when you’re fighting me, I’ll still be kind. I still won’t abandon you.”
“No matter what you do, I can always forgive you.”
“I love you despite your weaknesses and your faults.”
“I will give you peace.”
“I will make you happy.”
“I will give you stability.”
“I will give you strength and power.”
“I will cure you.”
“I will give you status and respect.”
“I will always comfort you.”
“No matter how tiny the gesture is, if you do it for me, I’ll appreciate and reward you for it.”
“If you turn to me, I’ll be there for you, no matter what.”
“No matter what you’ve done to me, I can always forgive you.”
The truth is, when we thought we were looking for a good husband or a good wife or a good job or a lot of money or a lot of fame, we were really just looking for God. So it’s no wonder that we got disappointed when the husband, the wife, the job, the money or the fame didn’t fill our need—or our emptiness.
Even that emptiness itself was created for a purpose: To drive us to fill it. The problem is we try to fill it with the wrong things. Everything inside us was created to enable our journey to find the true fill, to find Him. Ironically even shaytan and the nafs—if reacted to correctly—can become a means to reach Him. Shaytan and the nafs are our enemies. True. But how can we protect ourselves from them? Can the people help? Can money help? Can worldly power or weapons help protect us from our greatest enemies? Where is the *only* shelter from both shaytan and our nafs? The only shelter is in Allah. It’s like sending a storm to push us to the only refuge. To push us to Him (azza wa jal).
Even your sins can be used to push you to God. After all, who else can forgive you for them? Where else can you find shelter from the storm and horror of your own sins? Who else can take care of them and erase them and even transform them into good deeds?
Your fears can also be a means. When you’re scared, who else can protect you? Who else can give you comfort and safety, when you’re stranded in the middle of an ocean? When you’re poor, who else can provide? When you’re sad, who else can pull you up? When you’re broken, who else can mend your heart and your life? Who else can give life to what’s dead? Who else can cure you? Who else can save you? When you’re lost, who else can guide you?
Who else?
You thought the storm, the ocean, the fear, the sadness, the mistakes, the loss, the brokenness was all bad for you. But really it was only a means. It was all a vehicle to make you seek Him. To bring you back. To bring you back to completion, to happiness, to life. To bring you back to where you began. To bring you back to all that you really seek.
To bring you back to Him.
“Think for a moment about what you and I
seek”
Mungkin kita
selalu tak perasan pun dalam hidup ini banyak sangat benda yang kita cari.
Kalau dah dapat mungkin tak pernah rasa cukup. Contoh terdekat dengan kita
mungkin dalam pelajaran. Kita sentiasa nak menjadi lebih baik. Dan kita selalu
tahu kita memang boleh buat lebih baik lagi. Sebab kita tak akan pernah cukup
tenteang perkara yang bukan mentawheedkan Allah. Mungkin belum lagi Allah itu
dikatakan sebagai “illah” kita. Menarik artikel di atas bila di “layout” kan
tentang perkara-perkara yang kita mahu dari seseorang. Tak terbatas kepada
seorang isteri/suami sahaja tetapi “apply” kepada semua. Semua persoalan di
atas memang selalunya kehendak manusia kan? Baik terhadap kawan-kawan, ibu
bapa, dan adik-beradik. Kesimpulannya, seperti yang dah di “highlight” dalam
artikel di atas, semua ketidakcukupan itu adalah cara Allah nak bawa kita
kembali kepada Dia. Berusaha lah memegang hidayah yang sudah Allah berikan
kepada kita. Wallahualam.
“To bring you back to Him”
Sunday, 29 July 2012
Menulislah kerana Allah walaupun ia tidak dipandang manusia
Baru2 ni terasa berat sangat untuk menulis dan menyampaikan Islam melalui penulisan....Menulis blog ini bukanlah medan utama untuk berdakwah tapi Insya Allah selagi kita menulis kerana Allah....setiap perkataan yg ditulis itu akan ada nilainya di sisi Allah....teruslah menulis walaupun tiada yg membacaNya, walaupun tiada yg menghargainya....ketahuilah akhawat, Allah sentiasa menilai dan mengira segala usaha kita...walaupun sekecil zarah....
Terkesan dengan kata2 ni:
“Kami menulis ini bukan kerana tidak ada pekerjaan, dan bukan pula kerana ada yang mau membacanya. Kami menulis kerana kami merasa ada nasihat yang harus kami sampaikan kepada ikhwah pengemban dakwah, sebagai satu bentuk partisipasi kami dalam ‘perjalanan’ yang diberkati ini. Perjalanan menegakkan dien dan meninggikan panji-panjinya.” -Dr. Abdullah Azzam
Kalau sekadar buat program2 Islam sekali-sekala, hadir usrah seminggu atau dua minggu sekali & nk claim yg kita ni dh berjihad di jalan Allah- sangatlah tak layak!!!...malu je (T_T)...Apa sgt la yg kita dh buat untuk Islam??, kata nk jadi daie, takkan lah nk menulis sikit pun dh berkira masa?? tapi facebook boleh pulak nk buka selalu... Kalau tengok para nabi & para sahabat ,sepanjang masa mereka menyampaikan Islam, tak pernah berhenti tak pernah lelah...kalau penat mereka akan solat! Masya Allah....Itulah erti penat & kerhatan yang sebenar. Kita kalau penat buat ape je? setakat pergi balik Uni & hospital dah tak larat & dah malas nk bergerak...bukanlah kene jalan jauh sgt pun & ade je kereta nk kemana2...Para sahabat tu berperang, menyebarkn Islam & membuka empayar islam dgn berjalan kaki, bekalan makanan pn tk sebanyak kita...Apakah alasan kita?. Mereka juga menggunakan secara cara untuk menegakkan al-Haq kerana mereka benar2 yakin ia agama yg benar yg perlu ditegakkan! Allahuakbar
Nabi Nuh berdakwah selama 900 tahun kurang 50....namun yg masuk Islam sgt sedikit... macam2 cara yg beliau guna untuk menyampaikn dakwah. Jadi jangan pernah pandang remeh untuk menyampaikn Islam melalui cara blog, facebook twitter, etc walaupun itu bukanlah medan utama tabiyyah dan dakwah kita...Kita kene ingat, kita adalah daie sebelum profesi lainnya...Ingat tak? Nahnu duat kobla kulli shai'in....kita adalah daie sepenuh masa....Kita adalah daie sebelum student, daie sebelum seorang anak, atau kakak, etc....Jadi kita kene sentiasa melakukan amar makruf nahi mungkar, menunjukkan qudwah yg baik & beramal dgn apa yg disampaikn dgn cara apa sekali pun...
Teruslah berusaha untuk menyampaikan Islam walaupun sedikit & istiqamahlah...Yang penting kena betul2 ikhlaskan hati untuk Allah...purely for the sake of Allah...Kadang2 ada rasa malas tu sbb iman itu yazid wa yankus....tapi kalau rasa malas, buang malas tu jauh2...malas itu ialah satu dosa...& ia menyebabkn hati kita kotor....hati yg kotor menyebabkn kita jauh dari Allah...Itu adalah indication yg kita kena tambahkn lagi amalan kita untuk membersihkan hati....Ingat lagi analogi kopi susu?...Janganlah keseronokan dunia yg sementara ni melalaikn kita dari melakukan tanggungjawab kita...
Teruslah bergeraklah untuk Ad-deen....Allah sentiasa bersama kita selagi kita membantu agamaNya
Jangan sampai dunia ini menggelapkan hatimu, jangan sampai dunia yg sementara ini melalaikan mu...
Jangan sampai dunia ini menyebabkan engkau lupa akan tujuan hidupmu
Muhasabahlah wahai diri
"Dan siapakan yang lebih zalim daripada orang-orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya?....(32:22)
Terkesan dengan kata2 ni:
“Kami menulis ini bukan kerana tidak ada pekerjaan, dan bukan pula kerana ada yang mau membacanya. Kami menulis kerana kami merasa ada nasihat yang harus kami sampaikan kepada ikhwah pengemban dakwah, sebagai satu bentuk partisipasi kami dalam ‘perjalanan’ yang diberkati ini. Perjalanan menegakkan dien dan meninggikan panji-panjinya.” -Dr. Abdullah Azzam
Kalau sekadar buat program2 Islam sekali-sekala, hadir usrah seminggu atau dua minggu sekali & nk claim yg kita ni dh berjihad di jalan Allah- sangatlah tak layak!!!...malu je (T_T)...Apa sgt la yg kita dh buat untuk Islam??, kata nk jadi daie, takkan lah nk menulis sikit pun dh berkira masa?? tapi facebook boleh pulak nk buka selalu... Kalau tengok para nabi & para sahabat ,sepanjang masa mereka menyampaikan Islam, tak pernah berhenti tak pernah lelah...kalau penat mereka akan solat! Masya Allah....Itulah erti penat & kerhatan yang sebenar. Kita kalau penat buat ape je? setakat pergi balik Uni & hospital dah tak larat & dah malas nk bergerak...bukanlah kene jalan jauh sgt pun & ade je kereta nk kemana2...Para sahabat tu berperang, menyebarkn Islam & membuka empayar islam dgn berjalan kaki, bekalan makanan pn tk sebanyak kita...Apakah alasan kita?. Mereka juga menggunakan secara cara untuk menegakkan al-Haq kerana mereka benar2 yakin ia agama yg benar yg perlu ditegakkan! Allahuakbar
Nabi Nuh berdakwah selama 900 tahun kurang 50....namun yg masuk Islam sgt sedikit... macam2 cara yg beliau guna untuk menyampaikn dakwah. Jadi jangan pernah pandang remeh untuk menyampaikn Islam melalui cara blog, facebook twitter, etc walaupun itu bukanlah medan utama tabiyyah dan dakwah kita...Kita kene ingat, kita adalah daie sebelum profesi lainnya...Ingat tak? Nahnu duat kobla kulli shai'in....kita adalah daie sepenuh masa....Kita adalah daie sebelum student, daie sebelum seorang anak, atau kakak, etc....Jadi kita kene sentiasa melakukan amar makruf nahi mungkar, menunjukkan qudwah yg baik & beramal dgn apa yg disampaikn dgn cara apa sekali pun...
Teruslah berusaha untuk menyampaikan Islam walaupun sedikit & istiqamahlah...Yang penting kena betul2 ikhlaskan hati untuk Allah...purely for the sake of Allah...Kadang2 ada rasa malas tu sbb iman itu yazid wa yankus....tapi kalau rasa malas, buang malas tu jauh2...malas itu ialah satu dosa...& ia menyebabkn hati kita kotor....hati yg kotor menyebabkn kita jauh dari Allah...Itu adalah indication yg kita kena tambahkn lagi amalan kita untuk membersihkan hati....Ingat lagi analogi kopi susu?...Janganlah keseronokan dunia yg sementara ni melalaikn kita dari melakukan tanggungjawab kita...
Teruslah bergeraklah untuk Ad-deen....Allah sentiasa bersama kita selagi kita membantu agamaNya
Jangan sampai dunia ini menggelapkan hatimu, jangan sampai dunia yg sementara ini melalaikan mu...
Jangan sampai dunia ini menyebabkan engkau lupa akan tujuan hidupmu
Muhasabahlah wahai diri
"Dan siapakan yang lebih zalim daripada orang-orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya?....(32:22)
Thursday, 26 July 2012
Fine Touches - Posterior Columnar Pathway
Highlight of the week was trying to cram the whole spinal cord sensory pathway. There’s 3 by the way. But what I found most profound is how this relates to the situation in our daily life.
Fine touch. Fine touches.
Fine touch. Fine touches.
Somebody once said to me… “Sometimes, you don’t neet words to care. Just be there”.
Tell me, how many times do we overlook this? The fine touches that people leave behind for us to discover and realise.
For someone who is as oblivious as me… the actually notice these ‘fine touches’ is hard. I have to admit first hand that it is. You don’t realise this until you start to take notice that certain someone are not there to babble, but to be in the presence of your moments of despair and distract you from your problem.
To assume the role as a friend is not easy. To really know someone takes a long time and patience… but I guess its worthwhile to through the whirlwind if the friendship last forever and for the right reason.
Tell me, how many times do we overlook this? The fine touches that people leave behind for us to discover and realise.
For someone who is as oblivious as me… the actually notice these ‘fine touches’ is hard. I have to admit first hand that it is. You don’t realise this until you start to take notice that certain someone are not there to babble, but to be in the presence of your moments of despair and distract you from your problem.
To assume the role as a friend is not easy. To really know someone takes a long time and patience… but I guess its worthwhile to through the whirlwind if the friendship last forever and for the right reason.
For those who wants to know, among the people who would receive Allah’s syafaat are those who meet and leave each other because of Allah.
I hope we would open our eyes more to what our friends are doing for us instead of always thinking about what have other people have done for us. Fine touches. Appreciate it before its gone… in our med case, once your nerves have lesion in them.
Anyway - you get as much as you give.
Anyway - you get as much as you give.
I now only wish that whatever friendship & relationship we all have today is because of Allah. Only then, I think that all the trouble to maintain that relationship is worth it.
:D
:D
Sunday, 15 July 2012
When The Heart Is In Doubt...
I guess… everyone at a certain point in their life, they just simply can’t run away from doubting themselves. Doubting themselves for many reason… even the strongest person have doubt in their heart although its greatly masked away.
Daunting.
Most probably the exact words that describes how I currently feel. Many, Im sure… have felt this eerie feeling. The feeling of trapped in a cage, relentless. Trapped and unsure of how to escape, even though the key is in the lock. Clueless.
Daunting.
Most probably the exact words that describes how I currently feel. Many, Im sure… have felt this eerie feeling. The feeling of trapped in a cage, relentless. Trapped and unsure of how to escape, even though the key is in the lock. Clueless.
At this point, doubting whether Im good enough to carry all these responsibility… I can’t help but think - who am I. Im just a nobody. Am I perfect for all these task set ahead of me?
A daughter, a sister, an aunt, a friend, a medical student and etc!~ Each which has their own rights to be fulfilled by myself. Overwhelming.
Yeah. I know Im not that good. Not perfect… but at least trying to be. The key word is trying. The effort you’ve put in… regardless of the outcome.
Regardless… deep down inside, there’s this small inner voice saying - lets hurdle all this through together okay.
In the remembrance of Allah, does your heart find peace.
True. For the great times ahead… I think its most important to remember Allah’s Most Loving and Most Merciful words.
Hadis riwayat al-lmam al-Tirmizi. Beliau berkata ia adalah hadis hasan sahih. Daripada Anas r.a. beliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
Allah Ta’ala berfirman:
Wahai anak Adam! Selagi mana engkau meminta, berdoa dan mengharapkan Aku, Aku akan ampunkan apa-apa dosa yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu banyak sampai mencecah awan langit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, nescaya Aku akan ampunkan bagimu.
Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau, andainya engkau datang mengadapKu dengan dosa-dosa sepenuh isi bumi, kemudian engkau datang menghadapKu tanpa engkau mensyirikkan Aku dengan sesuatu, nescaya Aku akan mengurniakan untukmu keampunan sepenuh isi bumi.
English Translation:
On the authority of Anas, who said: I heard the messenger of Allah, Prophet Muhammad say:
Allah the Almighty has said:
“O son of Adam, so long as you call upon Me and ask of Me, I shall forgive you for what you have done, and I shall not mind.
O son of Adam, were your sins to reach the clouds of the sky and were you then to ask forgiveness of Me, I would forgive you.
O son of Adam, were you to come to Me with sins nearly as great as the earth and were you then to face Me, ascribing no partner to Me, I would bring you forgiveness nearly as great as its.”
Ref: 40 Hadith by Nawawi.
Sins.
If Allah gives all His mercy and love. Forgiving all our sins, dealing with each one of our attitude… and still give us every single thing that we need…
If Allah gives all His mercy and love. Forgiving all our sins, dealing with each one of our attitude… and still give us every single thing that we need…
Then the test and responsibility he has given us… Are we to go through all that without his help? I don’t think so.
A big slap to myself. Have to stop doubting myself!~
A reminder to those who doubt themselves too!
A reminder to those who doubt themselves too!
In the end - I hope everybody will try their best and pull through!~
A new semester. A new vision. A new dimension.
Gambatte!~
Gambatte!~
Subscribe to:
Posts (Atom)